AI Tools
OpenClaw
Panduan memahami OpenClaw sebagai personal AI agent, cara kerja, use case, pilihan lokal vs VPS, dan integrasi dengan 9Router.
OpenClaw
OpenClaw adalah open-source personal AI agent. Berbeda dari chatbot biasa yang hanya membalas teks, OpenClaw dirancang agar AI bisa menjalankan aksi nyata melalui tool yang tersedia di komputer, server, browser, terminal, file system, dan integrasi aplikasi.
Kalau chatbot biasa hanya menjawab:
User bertanya
-> AI menjawab
OpenClaw bekerja seperti agent:
User memberi instruksi
-> OpenClaw memahami tujuan
-> OpenClaw memilih tool yang dibutuhkan
-> OpenClaw menjalankan aksi
-> hasil aksi dikirim balik ke AI
-> AI melanjutkan sampai tugas selesai
-> user menerima hasil akhir
Dengan pola ini, OpenClaw bisa menjadi assistant yang bukan hanya memberi saran, tetapi juga membantu mengerjakan tugas.
Posisi OpenClaw dalam Ekosistem AI
OpenClaw bukan model AI. Ia adalah runtime atau orchestrator yang menghubungkan model AI dengan tool yang bisa dipakai untuk bekerja.
Model AI bisa berasal dari:
- OpenAI
- Anthropic
- Google Gemini
- provider OpenAI-compatible
- local model seperti Ollama
- gateway seperti 9Router
Peran masing-masing:
Model AI
-> berpikir, membuat rencana, menulis jawaban
OpenClaw
-> menjalankan tool, mengelola workflow, memberi akses ke komputer atau aplikasi
9Router
-> merutekan request model AI ke provider yang sesuai
Jika digabung:
User
-> OpenClaw
-> 9Router
-> Provider AI / Model AI
-> 9Router
-> OpenClaw menjalankan tool
-> hasil kembali ke User
Cara Kerja OpenClaw
Secara umum, OpenClaw bekerja dalam beberapa tahap.
1. Menerima instruksi
User memberi instruksi melalui interface yang tersedia, misalnya:
- CLI atau terminal
- chat app seperti Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, atau Signal
- companion app
- dashboard atau web UI
- automation trigger
Contoh instruksi:
Cek folder project ini, baca README, lalu jelaskan struktur aplikasinya.
Atau:
Baca email hari ini, cari yang berhubungan dengan invoice, lalu buat ringkasannya.
2. Mengirim konteks ke model AI
OpenClaw mengirim instruksi, konteks, daftar tool, dan aturan kerja ke model AI.
Model AI kemudian menentukan:
- tugas yang perlu dikerjakan
- tool apa yang perlu dipakai
- data apa yang perlu dibaca
- apakah perlu menjalankan command
- apakah perlu membuka browser
- apakah perlu membuat file, ringkasan, atau laporan
3. Menjalankan tool
Jika model AI meminta aksi, OpenClaw menjalankan tool yang sesuai.
Contoh tool:
- membaca file
- menulis file
- menjalankan command terminal
- membuka browser
- mengambil data website
- memanggil API
- membaca email
- membuat event calendar
- mengirim pesan ke chat app
- menjalankan plugin atau skill
4. Mengembalikan hasil tool ke model
Hasil eksekusi tool dikirim kembali ke model AI.
Contoh:
Tool: baca file README.md
Hasil: isi README.md
Model AI membaca hasil tersebut, lalu memutuskan langkah berikutnya.
5. Menyelesaikan tugas
OpenClaw akan terus melakukan siklus:
reasoning -> tool call -> hasil tool -> reasoning berikutnya
sampai tugas selesai atau butuh konfirmasi user.
Contoh Alur Kerja
Contoh tugas:
Rapikan inbox email saya dan buat ringkasan tagihan minggu ini.
Kemungkinan alurnya:
1. OpenClaw membuka koneksi email.
2. OpenClaw mencari email yang berhubungan dengan invoice/tagihan.
3. OpenClaw membaca subject, pengirim, tanggal, dan nominal.
4. OpenClaw mengelompokkan tagihan.
5. OpenClaw membuat ringkasan.
6. OpenClaw bisa membuat reminder jika diminta.
7. OpenClaw mengirim laporan akhir ke user.
Contoh tugas coding:
Baca project Laravel ini, cari route API user, lalu jelaskan alurnya.
Kemungkinan alurnya:
1. OpenClaw membaca struktur folder.
2. OpenClaw mencari file route.
3. OpenClaw membaca controller terkait.
4. OpenClaw mencari model dan middleware.
5. OpenClaw membuat ringkasan alur request.
6. OpenClaw memberi rekomendasi perbaikan jika ada.
Fitur Utama
1. Local-first
OpenClaw dapat berjalan di komputer sendiri. Ini penting karena data, file, konfigurasi, dan workflow bisa tetap berada di environment yang kita kontrol.
2. Cross-platform
OpenClaw mendukung macOS, Linux, dan Windows.
3. Model-agnostic
OpenClaw tidak terkunci ke satu model. Kita bisa memakai model dari berbagai provider atau local model.
4. Tool access
OpenClaw bisa diberi akses ke tool seperti file system, terminal, browser, API, dan integrasi aplikasi.
5. Persistent memory
OpenClaw dapat menyimpan konteks atau preferensi agar assistant lebih memahami cara kerja user dari waktu ke waktu.
6. Skills dan plugins
Kemampuan OpenClaw bisa diperluas menggunakan skill atau plugin. Ini membuat OpenClaw bisa disesuaikan untuk kebutuhan khusus.
7. Multi-channel
OpenClaw bisa dihubungkan ke banyak channel komunikasi. Ini membuatnya bisa dipakai bukan hanya dari terminal, tetapi juga dari chat app.
OpenClaw Bisa Dipakai Untuk Apa Saja?
OpenClaw sering disebut personal AI assistant, tetapi kegunaannya bisa jauh lebih luas.
1. Coding agent
OpenClaw bisa membantu pekerjaan development:
- membaca codebase
- mencari bug
- menjelaskan arsitektur project
- membuat dokumentasi
- menjalankan test
- memperbaiki error sederhana
- membuat script automation
- review commit atau pull request
Contoh:
Cek project ini, cari file konfigurasi database, lalu jelaskan cara setup development environment.
2. Automation kantor
OpenClaw bisa dipakai untuk workflow administrasi:
- merangkum email
- membuat draft balasan
- mengecek calendar
- membuat agenda meeting
- membuat reminder
- menyusun laporan mingguan
- mengelompokkan dokumen
Contoh:
Buat ringkasan meeting minggu ini dari catatan yang ada di folder Notes.
3. Research assistant
OpenClaw bisa membantu riset:
- mencari informasi
- membandingkan beberapa tools
- merangkum artikel
- membuat tabel perbandingan
- menyiapkan bahan presentasi
- membuat daftar referensi
Contoh:
Bandingkan 9Router, OpenRouter, dan LiteLLM untuk kebutuhan AI gateway pribadi.
4. Browser automation
OpenClaw dapat membantu tugas yang biasanya dilakukan lewat browser:
- membuka dashboard
- mengecek status order
- mengisi form
- mengambil data dari website
- memantau harga
- mengambil screenshot
Contoh:
Buka dashboard deployment, cek service yang gagal, lalu buat ringkasan penyebabnya.
5. DevOps helper
Untuk server dan deployment, OpenClaw bisa membantu:
- membaca log server
- mengecek status service
- menjalankan command diagnosis
- membuat issue dari error
- membantu deploy
- membuat checklist incident
Contoh:
Cek log Nginx hari ini, cari error 500 terbanyak, lalu kelompokkan berdasarkan endpoint.
6. Data operations
OpenClaw bisa membantu pekerjaan data ringan:
- membersihkan CSV
- menggabungkan file
- membuat ringkasan spreadsheet
- mengecek data duplikat
- membuat laporan dari data mentah
Contoh:
Baca file CSV penjualan minggu ini, cari produk paling laku, lalu buat ringkasan.
7. Content workflow
OpenClaw bisa membantu workflow konten:
- membuat outline artikel
- membuat draft post
- merangkum komentar
- menyiapkan caption
- membuat variasi copywriting
- menyusun kalender konten
Contoh:
Buat draft artikel dari catatan meeting ini, lalu buat 5 ide judul.
8. Personal knowledge base
OpenClaw bisa dipakai untuk mengelola catatan pribadi:
- mencari catatan lama
- membuat ringkasan harian
- menghubungkan dokumen terkait
- menyusun ulang knowledge base
- membuat indeks topik
Contoh:
Cari semua catatan tentang Flutter state management, lalu buat ringkasan belajar.
9. Customer support internal
Untuk tim kecil, OpenClaw bisa membantu:
- membaca knowledge base
- membuat draft jawaban support
- mengelompokkan tiket
- mencari akar masalah dari log
- membuat FAQ dari pertanyaan berulang
10. Multi-agent orchestration
OpenClaw juga bisa dipakai sebagai pusat koordinasi beberapa agent:
- agent riset
- agent coding
- agent review
- agent dokumentasi
- agent deployment
Konsepnya:
OpenClaw sebagai orchestrator
-> agent coding mengerjakan perubahan
-> agent review mengecek hasil
-> agent dokumentasi memperbarui catatan
-> agent deploy menjalankan release
Lokal atau VPS?
Salah satu keputusan penting adalah menentukan tempat menjalankan OpenClaw: di komputer lokal atau di server seperti VPS.
Rekomendasi awal
Untuk belajar dan eksplorasi, mulai dari lokal dulu.
Alur yang disarankan:
Tahap 1: Jalankan OpenClaw di lokal
Tahap 2: Hubungkan OpenClaw lokal ke 9Router di VPS
Tahap 3: Jalankan OpenClaw di VPS untuk automation 24/7
Tahap 4: Pisahkan agent lokal dan agent server sesuai kebutuhan
Menjalankan OpenClaw di Lokal
Lokal berarti OpenClaw berjalan di laptop atau komputer pribadi.
Cocok untuk
- coding di project lokal
- membaca dan menulis file project
- eksplorasi awal
- browser automation lokal
- task pribadi
- belajar permission dan cara kerja agent
- penggunaan yang tidak harus online 24 jam
Kelebihan lokal
- Lebih aman untuk belajar.
- Tidak perlu membuka service ke internet.
- Data project tetap di komputer sendiri.
- Lebih mudah melihat aksi yang dilakukan agent.
- Cocok untuk coding dan file editing.
- Cocok untuk eksperimen dengan akses terbatas.
Kekurangan lokal
- Hanya berjalan saat komputer menyala.
- Tidak cocok untuk automation 24/7.
- Jika laptop sleep atau mati, agent berhenti.
- Kurang ideal untuk webhook publik.
Contoh arsitektur lokal
Laptop
-> OpenClaw
-> 9Router di VPS atau local provider
-> Model AI
Jika memakai 9Router di VPS:
OpenClaw lokal
-> https://9router.domainkamu.com/v1
-> provider AI
Kelebihan pola ini:
- OpenClaw tetap aman di laptop.
- Routing model tetap terpusat di 9Router.
- Usage analytics dan quota tetap bisa dipantau.
- Tidak perlu expose OpenClaw ke internet.
Menjalankan OpenClaw di VPS
VPS berarti OpenClaw berjalan di server yang selalu online.
Cocok untuk
- automation 24/7
- Telegram bot
- Discord bot
- Slack assistant
- webhook GitHub
- monitoring server
- reminder rutin
- workflow tim
- agent yang harus aktif walaupun laptop mati
Kelebihan VPS
- Online terus.
- Cocok untuk automation dan webhook.
- Bisa menjadi central agent untuk beberapa device.
- Lebih cocok untuk integrasi Telegram, Discord, Slack, GitHub, dan server monitoring.
- Bisa digabung dengan 9Router di server yang sama.
Kekurangan VPS
- Risiko keamanan lebih tinggi.
- Perlu firewall dan HTTPS.
- Perlu backup dan monitoring.
- Jangan langsung diberi akses akun penting.
- Browser automation bisa lebih rumit jika butuh GUI.
- File lokal laptop tidak otomatis tersedia di VPS.
Contoh arsitektur VPS
VPS
-> OpenClaw
-> 9Router
-> Provider AI
Atau dipisah:
VPS Automation
-> OpenClaw untuk Telegram/Discord/GitHub
VPS AI Gateway
-> 9Router untuk routing provider
Laptop
-> OpenClaw lokal untuk coding
Perbandingan Lokal vs VPS
| Kebutuhan | Lokal | VPS |
|---|---|---|
| Belajar awal | Sangat cocok | Bisa, tapi lebih berisiko |
| Coding project lokal | Sangat cocok | Kurang cocok kecuali repo disinkronkan |
| Browser lokal | Cocok | Bisa, tapi setup lebih rumit |
| Automation 24/7 | Kurang cocok | Sangat cocok |
| Telegram/Discord bot | Bisa | Lebih cocok |
| Webhook publik | Kurang cocok | Sangat cocok |
| Keamanan awal | Lebih mudah dikontrol | Perlu hardening |
| Akses file pribadi | Cocok jika dibatasi | Harus sangat hati-hati |
| Integrasi server | Bisa | Sangat cocok |
Rekomendasi Arsitektur untuk Belajar
Untuk tahap belajar, gunakan pola berikut:
Laptop:
OpenClaw untuk coding, file lokal, dan browser lokal
VPS:
9Router untuk routing model/provider
Provider AI:
OpenAI / Anthropic / Gemini / OpenAI-compatible provider / local model
Setelah paham:
Laptop:
OpenClaw lokal untuk pekerjaan development
VPS:
9Router sebagai AI gateway
OpenClaw server untuk automation 24/7
Chat app:
Telegram / Discord / Slack sebagai interface agent server
Integrasi OpenClaw dengan 9Router
9Router cocok dipakai sebagai endpoint model AI untuk OpenClaw.
Konfigurasi umum:
Base URL / Endpoint: https://9router.domainkamu.com/v1
API Key: ambil dari dashboard 9Router
Model: pilih model atau combo dari 9Router
Jika 9Router berjalan lokal:
Base URL / Endpoint: http://localhost:20128/v1
Jika 9Router berjalan di VPS tanpa domain:
Base URL / Endpoint: http://IP_VPS:20128/v1
Namun untuk akses dari luar server, lebih aman memakai domain dan HTTPS.
Manfaat integrasi dengan 9Router:
- routing model lebih fleksibel
- bisa memakai banyak provider
- bisa fallback saat provider error
- usage analytics lebih mudah dipantau
- quota tracking lebih terpusat
- biaya dan token lebih mudah dikontrol
Cara Menggunakan OpenClaw Secara Bertahap
Tahap 1: Eksperimen lokal
Mulai dengan tugas sederhana:
Cek folder ini dan jelaskan struktur file-nya.
Lalu naikkan level:
Baca README dan buat ringkasan cara menjalankan project.
Kemudian:
Cari file konfigurasi environment dan jelaskan variable yang dibutuhkan.
Tahap 2: Coding ringan
Berikan tugas yang risikonya kecil:
Buat dokumentasi setup development dari isi project ini.
Atau:
Cari TODO comment di project ini dan kelompokkan berdasarkan folder.
Tahap 3: Tool access lebih luas
Setelah percaya dengan workflow, aktifkan tool tambahan:
- terminal
- browser
- integrasi GitHub
- integrasi email testing
- plugin/skill tertentu
Tetap gunakan prinsip permission minimal.
Tahap 4: Automation server
Jika sudah stabil, pindahkan workflow tertentu ke VPS:
- reminder harian
- monitoring deploy
- ringkasan issue GitHub
- Telegram bot internal
- Discord assistant tim
Instalasi OpenClaw di Lokal
Bagian ini menjelaskan instalasi untuk laptop atau komputer pribadi. Ini adalah jalur paling aman untuk belajar karena OpenClaw tidak langsung terbuka ke internet.
1. Syarat sistem
Rekomendasi runtime dari OpenClaw:
- Node.js 24, atau minimal Node.js 22.19+
- npm, pnpm, atau bun
- terminal: zsh, bash, PowerShell, atau WSL2
- koneksi internet untuk install package dan akses model AI
Cek versi Node dan npm:
node --version
npm --version
Jika Node belum sesuai, gunakan nvm agar mudah mengganti versi:
curl -o- https://raw.githubusercontent.com/nvm-sh/nvm/v0.40.3/install.sh | bash
Buka terminal baru, lalu install Node:
nvm install 24
nvm use 24
node --version
2. Install OpenClaw
Install OpenClaw global:
npm install -g openclaw@latest
Alternatif dengan pnpm:
pnpm add -g openclaw@latest
pnpm approve-builds -g
Alternatif dengan bun:
bun add -g openclaw@latest
Untuk pemula, npm biasanya paling mudah.
3. Jalankan onboarding
Jalankan:
openclaw onboard --install-daemon
Onboarding biasanya membantu menyiapkan:
- konfigurasi awal
- provider/model AI
- Gateway daemon
- permission dasar
- workspace agent
- channel komunikasi jika diperlukan
Opsi --install-daemon membuat OpenClaw Gateway berjalan sebagai service user, misalnya LaunchAgent di macOS atau systemd user service di Linux.
4. Verifikasi instalasi
Cek CLI:
openclaw --version
Cek konfigurasi:
openclaw doctor
Cek status Gateway:
openclaw gateway status
Jika ingin menjalankan Gateway manual:
openclaw gateway --port 18789 --verbose
Port default Gateway OpenClaw adalah 18789.
5. Lokasi workspace dan konfigurasi
Secara umum, workspace OpenClaw berada di:
~/.openclaw/workspace
File prompt yang penting:
~/.openclaw/workspace/AGENTS.md
~/.openclaw/workspace/SOUL.md
~/.openclaw/workspace/TOOLS.md
Fungsinya:
AGENTS.md: menjelaskan peran agent.SOUL.md: mengatur karakter, preferensi, dan prinsip agent.TOOLS.md: menjelaskan tool yang boleh dipakai dan batasannya.
Konfigurasi utama biasanya berada di:
~/.openclaw/openclaw.json
File ini bisa dipakai untuk mengatur model, provider, default agent, dan konfigurasi runtime.
6. Test tugas sederhana
Mulai dengan task yang aman:
Cek workspace ini dan jelaskan file penting yang tersedia.
Lalu coba:
Buat ringkasan isi AGENTS.md, SOUL.md, dan TOOLS.md.
Untuk coding:
Baca README project ini, lalu buat checklist cara menjalankan project.
Konfigurasi OpenClaw dengan 9Router
9Router bisa menjadi OpenAI-compatible provider untuk OpenClaw. Ini berguna jika kita ingin routing model, fallback provider, quota tracking, dan analytics dikelola dari satu tempat.
1. Siapkan 9Router
Pastikan 9Router sudah berjalan.
Jika lokal:
http://localhost:20128
Jika VPS dengan domain:
https://9router.domainkamu.com
Endpoint OpenAI-compatible:
https://9router.domainkamu.com/v1
2. Tambahkan provider custom di OpenClaw
Konfigurasi OpenClaw untuk provider custom biasanya memakai format models.providers.
Contoh konsep konfigurasi di ~/.openclaw/openclaw.json:
{
agents: {
defaults: {
model: {
primary: "nine-router/mimo-v2.5-pro",
},
},
},
models: {
providers: {
"nine-router": {
baseUrl: "https://9router.domainkamu.com/v1",
apiKey: "${NINE_ROUTER_API_KEY}",
api: "openai-completions",
timeoutSeconds: 300,
models: [
{
id: "mimo-v2.5-pro",
name: "MiMo via 9Router",
reasoning: false,
input: ["text"],
contextWindow: 200000,
maxTokens: 8192,
},
],
},
},
},
}
Catatan:
nine-routeradalah nama provider custom. Bisa diganti, misalnya9router,naltech-router, atauai-gateway.mimo-v2.5-proharus disesuaikan dengan model atau combo yang tersedia di 9Router.- Gunakan environment variable untuk API key, jangan hardcode di file konfigurasi.
api: "openai-completions"dipakai untuk endpoint OpenAI-compatible.baseUrluntuk 9Router menggunakan/v1.
3. Simpan API key di environment variable
Tambahkan ke shell profile, misalnya ~/.zshrc:
export NINE_ROUTER_API_KEY="isi_api_key_9router"
Reload shell:
source ~/.zshrc
Cek:
echo $NINE_ROUTER_API_KEY
Jangan commit file yang berisi API key.
4. Restart Gateway setelah config berubah
Setelah mengubah konfigurasi:
openclaw gateway restart
openclaw doctor
openclaw gateway status
Jika model tidak muncul atau masih memakai model lama, coba:
openclaw models list
openclaw models set nine-router/mimo-v2.5-pro
5. Test koneksi model
Kirim task sederhana:
Jawab singkat: kamu sekarang memakai model dari provider apa?
Lalu cek di dashboard 9Router:
- apakah request masuk
- model apa yang dipakai
- token input/output
- apakah ada error provider
Instalasi OpenClaw di VPS
OpenClaw di VPS cocok untuk automation yang harus online terus, seperti bot Telegram, Discord assistant, GitHub webhook, monitoring server, atau ringkasan rutin.
Untuk awal, jangan beri akses terlalu luas. Jalankan sebagai user biasa, bukan root.
1. Siapkan VPS
Rekomendasi:
- Ubuntu 22.04 atau 24.04
- RAM minimal 2 GB
- storage minimal 20 GB
- user non-root dengan akses sudo
- domain jika ingin akses dari luar
Update server:
sudo apt update
sudo apt upgrade -y
Install paket dasar:
sudo apt install -y curl git ca-certificates ufw
2. Buat user khusus
Buat user khusus agar OpenClaw tidak berjalan sebagai root:
sudo adduser openclaw
sudo usermod -aG sudo openclaw
Login sebagai user tersebut:
su - openclaw
3. Install Node dengan nvm
Install nvm:
curl -o- https://raw.githubusercontent.com/nvm-sh/nvm/v0.40.3/install.sh | bash
Logout/login ulang atau jalankan:
source ~/.bashrc
Install Node:
nvm install 24
nvm use 24
node --version
npm --version
4. Install OpenClaw di VPS
npm install -g openclaw@latest
openclaw onboard --install-daemon
Cek:
openclaw --version
openclaw doctor
openclaw gateway status
5. Systemd user service
Jika openclaw onboard --install-daemon berhasil, Gateway akan dipasang sebagai service user.
Cek service user:
systemctl --user status openclaw
Jika service belum aktif:
systemctl --user enable --now openclaw
Agar service user tetap berjalan walaupun user tidak sedang login:
loginctl enable-linger openclaw
Perintah loginctl enable-linger dijalankan dari user yang punya sudo/root permission.
6. Firewall VPS
Untuk setup aman, jangan expose Gateway OpenClaw langsung ke publik.
Izinkan SSH:
sudo ufw allow OpenSSH
Jika memakai reverse proxy HTTPS:
sudo ufw allow 80/tcp
sudo ufw allow 443/tcp
sudo ufw enable
sudo ufw status
Jangan buka port 18789 ke publik kecuali benar-benar paham risikonya.
7. Reverse proxy untuk akses dashboard
Jika OpenClaw punya dashboard/control UI yang perlu diakses dari luar, gunakan Nginx atau Caddy dengan HTTPS.
Contoh Nginx:
server {
listen 80;
server_name openclaw.example.com;
location / {
proxy_pass http://127.0.0.1:18789;
proxy_http_version 1.1;
proxy_set_header Host $host;
proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
proxy_set_header Upgrade $http_upgrade;
proxy_set_header Connection "upgrade";
}
}
Gunakan HTTPS dengan Certbot:
sudo apt install -y nginx certbot python3-certbot-nginx
sudo certbot --nginx -d openclaw.example.com
Untuk keamanan, lebih baik dashboard tidak dibuka publik tanpa autentikasi tambahan.
8. Integrasi OpenClaw VPS dengan 9Router VPS
Jika OpenClaw dan 9Router berada di VPS yang sama:
OpenClaw -> http://127.0.0.1:20128/v1 -> 9Router -> Provider AI
Contoh baseUrl:
baseUrl: "http://127.0.0.1:20128/v1"
Jika 9Router berada di server lain:
OpenClaw VPS -> https://9router.domainkamu.com/v1 -> Provider AI
Gunakan HTTPS jika melewati internet publik.
9. Backup OpenClaw
Backup folder konfigurasi dan workspace:
tar -czf openclaw-backup-$(date +%F).tar.gz ~/.openclaw
Restore:
tar -xzf openclaw-backup-YYYY-MM-DD.tar.gz -C ~
openclaw gateway restart
Simpan backup di tempat lain, bukan hanya di VPS yang sama.
10. Update OpenClaw
Update package:
npm install -g openclaw@latest
openclaw gateway restart
openclaw doctor
OpenClaw juga menyediakan channel update:
openclaw update --channel stable
Gunakan channel stable untuk server produksi. Channel beta/dev lebih cocok untuk testing.
11. Troubleshooting VPS
Jika command openclaw tidak ditemukan:
node -v
npm prefix -g
echo $PATH
Tambahkan global npm bin ke PATH jika perlu:
export PATH="$(npm prefix -g)/bin:$PATH"
Jika Gateway tidak berjalan:
openclaw gateway status
openclaw doctor
systemctl --user status openclaw
Jika port bentrok:
sudo lsof -i :18789
Jika request model gagal:
- cek API key
- cek
baseUrl - cek nama model
- cek dashboard 9Router
- jalankan
openclaw doctor - restart Gateway
Contoh Setup Produksi yang Aman
Untuk belajar banyak orang, arsitektur aman yang disarankan:
Laptop developer:
OpenClaw lokal untuk coding dan file project
VPS:
9Router untuk model gateway
OpenClaw server hanya untuk automation 24/7
Public internet:
hanya expose HTTPS reverse proxy
jangan expose port internal langsung
Port internal:
9Router: 20128
OpenClaw Gateway: 18789
Yang boleh dibuka ke publik:
80/tcp
443/tcp
22/tcp hanya untuk SSH, lebih baik dibatasi IP
Yang sebaiknya tidak dibuka langsung:
20128/tcp
18789/tcp
Checklist Setelah Instalasi
Checklist lokal:
- Node sudah versi 24 atau minimal 22.19+.
openclaw --versionberjalan.openclaw doctortidak menunjukkan error serius.- Gateway berjalan.
- Model provider sudah tersambung.
- Task sederhana berhasil dijalankan.
- Permission folder masih terbatas.
Checklist VPS:
- OpenClaw berjalan sebagai user biasa, bukan root.
- Firewall aktif.
- Port
18789tidak terbuka langsung ke publik. - Reverse proxy memakai HTTPS jika perlu akses luar.
- API key disimpan di environment variable.
- Backup
~/.openclawtersedia. - Log dan status Gateway bisa dicek.
- 9Router menerima request jika dipakai sebagai provider.
Studi Kasus 1: OpenClaw untuk Dokumentasi Project
Studi kasus ini cocok untuk belajar karena risikonya rendah, tetapi manfaatnya langsung terasa. OpenClaw diminta membaca project, memahami struktur, lalu membuat dokumentasi developer.
Tujuan
Membuat dokumentasi project yang berisi:
- gambaran umum project
- cara install dependency
- cara menjalankan development server
- struktur folder
- file penting
- environment variable
- command build/test
- catatan troubleshooting
Setup awal
Gunakan project dummy atau project yang tidak berisi data sensitif.
Contoh batasan:
Kamu hanya boleh membaca folder project ini.
Jangan mengubah file sebelum meminta persetujuan.
Jangan menjalankan command yang menghapus file.
Jika perlu menjalankan command, jelaskan dulu tujuannya.
Prompt awal
Baca project ini sebagai developer baru.
Tolong jelaskan:
1. project ini dibuat untuk apa
2. teknologi utama yang dipakai
3. struktur folder penting
4. cara menjalankan project secara lokal
5. file konfigurasi yang perlu diperhatikan
6. risiko setup yang mungkin membingungkan developer baru
Jangan edit file dulu. Berikan laporan ringkas dan jelas.
Prompt lanjutan
Jika laporan awal sudah benar:
Buat draft dokumentasi README untuk project ini.
Strukturnya:
- Overview
- Requirements
- Installation
- Environment Variables
- Development
- Build
- Testing
- Troubleshooting
Jangan menulis API key atau secret.
Jika ada informasi yang belum pasti, beri label "perlu dicek".
Prompt eksekusi
Jika ingin OpenClaw menulis file:
Tulis draft dokumentasi tadi ke file docs/setup-development.md.
Jangan mengubah file lain.
Setelah selesai, tampilkan ringkasan perubahan.
Verifikasi manual
Setelah file dibuat, cek:
- Apakah command install benar?
- Apakah nama package sesuai?
- Apakah environment variable tidak membocorkan secret?
- Apakah instruksi bisa dijalankan developer baru?
- Apakah ada asumsi yang perlu diperbaiki?
Studi Kasus 2: OpenClaw untuk Monitoring Server
Studi kasus ini cocok jika OpenClaw dijalankan di VPS atau server internal.
Tujuan
OpenClaw membantu mengecek kondisi server dan membuat ringkasan:
- status service
- pemakaian disk
- pemakaian memory
- error log terbaru
- rekomendasi tindakan
Prompt aman
Cek kondisi server ini dengan command non-destruktif.
Boleh menjalankan:
- uptime
- df -h
- free -h
- systemctl status untuk service yang relevan
- tail log maksimal 100 baris
Jangan restart service.
Jangan menghapus file.
Jangan mengubah konfigurasi.
Buat laporan ringkas: kondisi umum, masalah yang ditemukan, dan rekomendasi langkah berikutnya.
Command yang biasanya aman
uptime
df -h
free -h
systemctl status nginx
systemctl status docker
journalctl -u nginx -n 100 --no-pager
Output yang diharapkan
Status server:
- CPU load normal
- Disk / hampir penuh 87%
- Nginx aktif
- Docker aktif
- Ada error 502 di log Nginx dalam 1 jam terakhir
Rekomendasi:
1. cek upstream app
2. cek container app
3. bersihkan log lama jika disk terus naik
Studi Kasus 3: OpenClaw untuk Research Teknis
Studi kasus ini cocok untuk membandingkan tools atau membuat keputusan teknis.
Tujuan
OpenClaw membantu membuat perbandingan beberapa opsi.
Contoh:
Bandingkan 9Router, LiteLLM, OpenRouter, dan OpenClaw untuk kebutuhan AI workflow NalTech.
Prompt research
Tolong buat riset teknis tentang pilihan AI gateway dan AI agent untuk tim kecil.
Bandingkan:
- 9Router
- LiteLLM
- OpenRouter
- OpenClaw
Untuk setiap tool, jelaskan:
1. fungsi utama
2. kapan cocok dipakai
3. kelebihan
4. kekurangan
5. risiko keamanan
6. apakah cocok untuk NalTech
Buat kesimpulan arsitektur yang paling masuk akal untuk tahap belajar dan tahap produksi.
Format hasil yang bagus
Ringkasan keputusan:
- Untuk routing model: 9Router
- Untuk agent lokal: OpenClaw lokal
- Untuk coding: Codex/OpenCode/OpenClaw sesuai kebutuhan
- Untuk automation 24/7: OpenClaw VPS
Alasan:
...
Prompt Siap Pakai
Bagian ini berisi prompt yang bisa langsung dipakai atau dimodifikasi.
Prompt memahami project
Baca project ini sebagai senior developer.
Jelaskan tujuan project, stack teknologi, struktur folder, alur utama aplikasi, dan command penting.
Jangan edit file.
Jika ada hal yang belum pasti, tulis sebagai asumsi.
Prompt membuat dokumentasi
Buat dokumentasi developer untuk project ini.
Fokus pada cara setup lokal, env variable, menjalankan project, build, test, dan troubleshooting.
Jangan tulis secret atau API key.
Simpan sebagai draft terlebih dahulu dan minta konfirmasi sebelum mengubah file.
Prompt review keamanan
Review project ini dari sisi keamanan dasar.
Cari potensi masalah seperti hardcoded secret, file env yang ikut commit, permission terlalu luas, dependency mencurigakan, dan endpoint tanpa proteksi.
Jangan ubah file.
Berikan findings dengan prioritas tinggi, sedang, rendah.
Prompt debugging
Saya mengalami error berikut:
[paste error di sini]
Tolong:
1. jelaskan arti error
2. cari kemungkinan penyebab
3. cek file yang relevan
4. berikan opsi perbaikan paling aman
5. jangan edit file sebelum saya setujui
Prompt menjalankan test
Jalankan test project ini dengan command yang sesuai.
Jika test gagal, jelaskan penyebabnya berdasarkan output.
Jangan mengubah source code dulu.
Berikan rekomendasi fix.
Prompt membuat changelog
Baca perubahan git saat ini.
Buat changelog singkat dalam bahasa Indonesia:
- fitur baru
- perbaikan
- perubahan teknis
- catatan migrasi jika ada
Jangan commit.
Prompt membuat issue GitHub
Berdasarkan error/log berikut, buat draft issue GitHub.
Format:
- Judul
- Ringkasan masalah
- Langkah reproduksi
- Expected behavior
- Actual behavior
- Log relevan
- Kemungkinan penyebab
Prompt monitoring server
Cek kondisi server dengan command non-destruktif.
Jangan restart, hapus, atau ubah konfigurasi.
Buat laporan status CPU, memory, disk, service penting, dan error log terbaru.
Prompt ringkasan meeting
Baca catatan meeting berikut.
Buat:
- ringkasan singkat
- keputusan penting
- action items
- siapa bertanggung jawab
- deadline jika disebutkan
- pertanyaan yang masih terbuka
Prompt data CSV
Baca file CSV ini.
Tolong jelaskan kolom yang tersedia, jumlah baris, data kosong, data duplikat, dan insight awal.
Jangan ubah file asli.
Jika perlu membuat output, buat file baru.
Template AGENTS.md
AGENTS.md dipakai untuk menjelaskan peran agent dan cara agent bekerja di workspace.
Contoh template:
# Agent Role
Kamu adalah AI development assistant untuk project ini.
Tugas utama kamu adalah membantu membaca kode, menjelaskan alur, membuat dokumentasi, debugging, dan memberi saran perbaikan.
## Prinsip Kerja
- Baca konteks project sebelum memberi kesimpulan.
- Jangan mengubah file tanpa instruksi eksplisit.
- Jangan menjalankan command destruktif.
- Jika perlu menjalankan command, jelaskan tujuannya.
- Prioritaskan solusi sederhana dan sesuai struktur project.
- Jangan menulis API key, token, password, atau secret ke dokumentasi.
## Batasan
- Jangan akses folder di luar workspace kecuali diminta.
- Jangan melakukan deploy tanpa persetujuan.
- Jangan install dependency baru tanpa menjelaskan alasannya.
- Jangan commit perubahan tanpa instruksi.
## Output
Saat memberi laporan, gunakan format:
- Ringkasan
- Temuan penting
- Rekomendasi
- Langkah berikutnya
Template SOUL.md
SOUL.md bisa dipakai untuk mengatur gaya komunikasi, preferensi, dan kebiasaan kerja agent.
Contoh template:
# Agent Style
Gunakan bahasa Indonesia yang jelas, praktis, dan ramah.
Jelaskan hal teknis dengan contoh sederhana.
Jika ada risiko, sebutkan secara langsung.
## Preferensi
- Jawaban singkat untuk pertanyaan sederhana.
- Penjelasan bertahap untuk konsep baru.
- Gunakan checklist untuk tutorial.
- Gunakan tabel untuk perbandingan.
- Beri contoh command jika relevan.
## Cara Mengambil Keputusan
- Pilih pendekatan yang aman terlebih dahulu.
- Untuk project existing, ikuti pola yang sudah ada.
- Jika ada beberapa opsi, jelaskan trade-off.
- Jika informasi belum pasti, tulis sebagai asumsi.
## Hal yang Dihindari
- Jangan terlalu percaya diri jika belum memeriksa file.
- Jangan menyarankan command berbahaya tanpa alasan kuat.
- Jangan membocorkan secret.
- Jangan membuat perubahan besar tanpa rencana.
Template TOOLS.md
TOOLS.md dipakai untuk mengatur tool yang boleh digunakan agent dan aturan penggunaannya.
Contoh template:
# Tool Policy
Agent boleh memakai tool untuk membaca file, mencari teks, menjalankan command non-destruktif, dan membuat dokumentasi.
## Tool yang Diizinkan
- Membaca file di workspace.
- Mencari teks dengan ripgrep.
- Melihat status git.
- Menjalankan command build/test/lint.
- Membuat file dokumentasi baru jika diminta.
## Tool yang Perlu Konfirmasi
- Install dependency baru.
- Mengubah konfigurasi deployment.
- Menjalankan migration database.
- Restart service.
- Mengubah permission file.
- Mengakses folder di luar workspace.
## Tool yang Dilarang Tanpa Izin Eksplisit
- Menghapus file atau folder.
- Reset git history.
- Force push.
- Menghapus database.
- Mengirim email/message ke pihak luar.
- Deploy ke production.
- Membuka secret atau credential yang tidak diperlukan.
## Aturan Command
Sebelum menjalankan command, pastikan:
1. command sesuai tujuan
2. command tidak destruktif
3. output diperlukan untuk menyelesaikan tugas
4. user memahami risiko jika command berisiko
Template Workflow Tim
Jika OpenClaw dipakai untuk tim kecil, buat aturan kerja yang jelas.
Contoh:
# OpenClaw Team Workflow
## Tujuan
OpenClaw dipakai untuk membantu dokumentasi, debugging, research teknis, dan automation ringan.
## Channel
- Discord: diskusi dan request ringan.
- GitHub: issue, PR review, dan changelog.
- VPS: automation terjadwal dan monitoring.
## Agent
- Local Agent: dipakai developer di laptop masing-masing.
- Server Agent: dipakai untuk automation 24/7.
- Documentation Agent: fokus membuat dan merapikan dokumentasi.
## Aturan
- Perubahan kode harus direview manusia.
- Agent tidak boleh deploy production tanpa approval.
- Secret tidak boleh dikirim ke chat.
- Semua automation penting harus punya log.
- Semua workflow baru diuji di environment staging.
Arsitektur NalTech AI Stack
Arsitektur yang disarankan untuk tahap belajar:
Laptop developer
-> OpenClaw lokal
-> Codex / OpenCode untuk coding
-> browser lokal
VPS
-> 9Router sebagai AI gateway
Provider AI
-> OpenAI / Anthropic / Gemini / MiMo / provider lain
Arsitektur untuk tahap produksi ringan:
Developer laptop
-> OpenClaw lokal untuk coding dan file project
-> 9Router VPS untuk routing model
VPS automation
-> OpenClaw server untuk workflow 24/7
-> Telegram/Discord/GitHub webhook
VPS AI gateway
-> 9Router
-> quota tracking
-> usage analytics
-> fallback provider
Provider AI
-> cloud model
-> local model jika tersedia
Prinsip arsitektur:
- Agent lokal untuk pekerjaan yang butuh akses file pribadi.
- Agent VPS untuk automation yang harus online terus.
- 9Router untuk routing model dan monitoring token.
- Jangan expose port internal langsung ke publik.
- Semua akses publik lewat HTTPS.
- Human review tetap wajib untuk perubahan penting.
OpenClaw vs Tools Lain
OpenClaw sering terlihat mirip dengan beberapa tool AI lain, tetapi perannya berbeda. Bagian ini membantu menentukan kapan memakai OpenClaw dan kapan memakai tool lain.
| Tool | Fungsi Utama | Cocok Untuk | Kurang Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| OpenClaw | Personal AI agent dan automation runtime | assistant lokal, workflow automation, integrasi chat app, tool orchestration | routing provider AI murni |
| Codex | Coding agent di workspace/repository | membaca codebase, edit file, menjalankan test, refactor, debugging | automation 24/7 lintas aplikasi |
| Claude Code | Coding agent berbasis Claude | coding, refactor, reasoning code, task terminal | workflow personal assistant non-coding |
| OpenCode | Coding agent/open-source terminal assistant | coding lokal, eksperimen agent coding, integrasi model custom | automation server jangka panjang |
| 9Router | AI gateway/router untuk provider model | routing model, fallback provider, quota tracking, usage analytics | menjalankan aksi file/browser/terminal |
| n8n | Workflow automation visual | integrasi API, trigger, webhook, automation bisnis | reasoning agent kompleks tanpa custom logic |
| LangChain/LangGraph | Framework membangun aplikasi agent | membangun agent custom, multi-step graph, product AI | pengguna non-developer yang ingin langsung pakai |
| Ollama | Menjalankan local model | eksperimen model lokal, privacy, offline/local inference | orchestration agent lengkap |
Kapan memakai OpenClaw
Gunakan OpenClaw jika kebutuhan utamanya:
- agent yang bisa memakai tool
- menjalankan workflow dari chat/CLI
- automation yang butuh reasoning
- akses file, browser, terminal, API, atau aplikasi
- personal assistant yang bisa dikustomisasi
- workflow yang bisa berkembang menjadi multi-agent
Contoh:
Saya ingin agent yang bisa membaca project, menjalankan test, membuat ringkasan, lalu mengirim laporan ke Discord.
Kapan memakai Codex atau Claude Code
Gunakan Codex atau Claude Code jika fokusnya coding dalam repository:
- memahami codebase
- memperbaiki bug
- menulis test
- refactor
- review perubahan
- menjalankan command development
Contoh:
Saya ingin agent memperbaiki bug di repo ini dan menjalankan test sampai lulus.
Kapan memakai 9Router
Gunakan 9Router jika masalah utamanya ada di model/provider:
- ingin satu endpoint untuk banyak provider
- ingin fallback model
- ingin analytics token
- ingin quota tracking
- ingin memakai model berbeda untuk task berbeda
Contoh:
Saya ingin semua tool AI memakai endpoint yang sama, tetapi routing model dan biaya dipantau dari dashboard.
Kapan memakai n8n
Gunakan n8n jika workflow lebih deterministik dan berbasis trigger:
- saat form masuk, kirim email
- saat webhook GitHub masuk, buat tiket
- setiap pagi ambil data spreadsheet dan kirim laporan
OpenClaw lebih cocok jika workflow butuh reasoning fleksibel, sedangkan n8n lebih cocok jika workflow sudah jelas dan berulang.
Kapan memakai LangChain atau LangGraph
Gunakan LangChain/LangGraph jika ingin membangun aplikasi agent sendiri sebagai produk atau sistem custom.
Contoh:
Saya ingin membuat aplikasi customer support AI dengan state machine, memory, retrieval, dan workflow approval.
OpenClaw lebih cocok untuk langsung dipakai sebagai agent, sedangkan LangChain/LangGraph lebih cocok sebagai framework development.
Security Hardening VPS
Jika OpenClaw dijalankan di VPS, keamanan harus disiapkan sejak awal. Agent yang punya akses terminal, file, browser, API, atau chat app bisa berbahaya jika server terbuka tanpa proteksi.
1. Gunakan user non-root
Jangan jalankan OpenClaw sebagai root.
sudo adduser openclaw
sudo usermod -aG sudo openclaw
Login sebagai user tersebut:
su - openclaw
2. Gunakan SSH key-only
Di laptop lokal, buat SSH key jika belum ada:
ssh-keygen -t ed25519 -C "openclaw-vps"
Copy public key ke VPS:
ssh-copy-id openclaw@IP_VPS
Test login:
ssh openclaw@IP_VPS
3. Disable root login dan password login
Edit konfigurasi SSH:
sudo nano /etc/ssh/sshd_config
Pastikan konfigurasi berikut:
PermitRootLogin no
PasswordAuthentication no
PubkeyAuthentication yes
Restart SSH:
sudo systemctl restart ssh
Sebelum menutup terminal lama, buka terminal baru dan pastikan login SSH key berhasil.
4. Aktifkan firewall UFW
Izinkan SSH:
sudo ufw allow OpenSSH
Jika memakai reverse proxy:
sudo ufw allow 80/tcp
sudo ufw allow 443/tcp
Aktifkan:
sudo ufw enable
sudo ufw status verbose
Jangan expose port internal:
18789/tcp untuk OpenClaw Gateway
20128/tcp untuk 9Router
Kedua port itu sebaiknya hanya bind ke 127.0.0.1 jika dipakai bersama reverse proxy.
5. Pasang fail2ban
Fail2ban membantu memblokir percobaan login yang mencurigakan.
sudo apt install -y fail2ban
sudo systemctl enable fail2ban
sudo systemctl start fail2ban
sudo fail2ban-client status
6. Gunakan reverse proxy dengan HTTPS
Jika dashboard atau endpoint harus diakses dari luar, gunakan domain dan HTTPS.
Contoh:
https://openclaw.example.com
https://9router.example.com
Jangan akses dashboard melalui HTTP publik.
7. Tambahkan basic auth untuk dashboard internal
Jika dashboard belum punya proteksi yang cukup, tambahkan basic auth di Nginx.
Install tool:
sudo apt install -y apache2-utils
Buat user password:
sudo htpasswd -c /etc/nginx/.htpasswd-openclaw admin
Tambahkan ke blok location / Nginx:
auth_basic "Restricted";
auth_basic_user_file /etc/nginx/.htpasswd-openclaw;
Reload Nginx:
sudo nginx -t
sudo systemctl reload nginx
8. Batasi akses berdasarkan IP jika memungkinkan
Jika hanya dipakai dari IP tertentu, batasi akses di Nginx:
allow 203.0.113.10;
deny all;
Ini lebih aman daripada membuka dashboard ke seluruh internet.
9. Simpan secret di environment variable
Jangan simpan API key di file dokumentasi atau repository.
Contoh:
export NINE_ROUTER_API_KEY="isi_api_key"
export OPENAI_API_KEY="isi_api_key"
Untuk service systemd, secret bisa disimpan di environment file dengan permission ketat:
sudo nano /etc/openclaw.env
sudo chmod 600 /etc/openclaw.env
10. Backup otomatis
Buat folder backup:
mkdir -p ~/backups
Script backup sederhana:
nano ~/backup-openclaw.sh
Isi:
#!/usr/bin/env bash
set -euo pipefail
BACKUP_DIR="$HOME/backups"
DATE="$(date +%F)"
mkdir -p "$BACKUP_DIR"
tar -czf "$BACKUP_DIR/openclaw-$DATE.tar.gz" "$HOME/.openclaw"
Aktifkan:
chmod +x ~/backup-openclaw.sh
Jalankan manual:
~/backup-openclaw.sh
Tambahkan cron harian:
crontab -e
Isi:
0 2 * * * /home/openclaw/backup-openclaw.sh
Simpan backup ke storage eksternal jika memungkinkan.
11. Rotasi API key
Rotasi API key secara berkala:
- buat key baru di provider
- update environment variable
- restart OpenClaw Gateway
- cek request berjalan
- revoke key lama
Contoh:
openclaw gateway restart
openclaw doctor
12. Update rutin
Update package server:
sudo apt update
sudo apt upgrade -y
Update OpenClaw:
npm install -g openclaw@latest
openclaw gateway restart
openclaw doctor
Update 9Router jika memakai Docker:
cd /opt/9router
docker compose pull
docker compose up -d
Permission Matrix
Permission matrix membantu menentukan aksi mana yang boleh otomatis, harus konfirmasi, atau dilarang. Ini penting agar OpenClaw tidak diberi akses terlalu luas.
Prinsip dasar
Gunakan prinsip least privilege:
Berikan akses terkecil yang cukup untuk menyelesaikan tugas.
Jika sebuah tool tidak dibutuhkan, jangan aktifkan.
Matrix umum
| Area | Boleh Otomatis | Harus Konfirmasi | Dilarang Tanpa Izin Eksplisit |
|---|---|---|---|
| File lokal | baca file workspace, buat draft dokumen | edit source code, pindah file | hapus folder, ubah file di luar workspace |
| Terminal | ls, pwd, rg, git status, test/lint | install dependency, migration, restart service | rm -rf, reset git, force push |
| Git | lihat diff/status/log | commit, push, buat branch | force push, rewrite history |
| Browser | buka halaman, ambil data publik | login, isi form, submit data | transaksi, payment, ubah akun |
| baca email testing, buat draft | kirim email, arsip massal | hapus email, kirim ke banyak orang | |
| GitHub | baca issue/PR, buat draft issue | komentar PR, label issue, buka PR | merge PR, delete branch, release production |
| Server VPS | cek status, baca log terbatas | restart service, update package | hapus data, ubah firewall tanpa review |
| Database | baca schema, query read-only | migration, update data | drop table, truncate, delete massal |
| 9Router | baca analytics, cek provider | ubah provider, ubah routing | hapus provider, expose key |
| OpenClaw config | baca config, validasi config | ubah model/default agent | membagikan secret, membuka akses global |
Permission untuk lokal
Untuk OpenClaw lokal tahap belajar:
| Aksi | Status |
|---|---|
| Membaca folder project dummy | Boleh otomatis |
| Membuat dokumentasi baru | Boleh jika diminta |
| Mengedit source code | Harus konfirmasi |
| Menjalankan test/lint | Boleh otomatis jika non-destruktif |
| Install dependency | Harus konfirmasi |
| Membaca home directory penuh | Hindari |
| Menghapus file | Dilarang tanpa izin eksplisit |
Permission untuk VPS
Untuk OpenClaw di VPS:
| Aksi | Status |
|---|---|
| Cek uptime/disk/memory | Boleh otomatis |
| Baca log maksimal 100-300 baris | Boleh otomatis |
| Restart service | Harus konfirmasi |
| Update package | Harus konfirmasi |
| Ubah firewall | Harus konfirmasi |
| Buka port publik | Harus konfirmasi kuat |
| Hapus data/log/database | Dilarang tanpa izin eksplisit |
| Deploy production | Harus approval manusia |
Permission untuk chat app
Jika OpenClaw terhubung ke Telegram, Discord, atau Slack:
| Aksi | Status |
|---|---|
| Membaca pesan channel khusus bot | Boleh otomatis |
| Menjawab di thread internal | Boleh jika channel memang untuk bot |
| Mengirim DM ke user | Harus konfirmasi |
| Mention banyak orang | Harus konfirmasi |
| Mengirim file/log sensitif | Dilarang tanpa izin eksplisit |
| Mengirim secret/API key | Dilarang |
Permission untuk email
Email adalah area sensitif.
| Aksi | Status |
|---|---|
| Membaca email testing | Boleh otomatis |
| Membuat draft email | Boleh otomatis |
| Mengirim email | Harus konfirmasi |
| Forward email | Harus konfirmasi |
| Menghapus email | Dilarang tanpa izin eksplisit |
| Membaca email pribadi penuh | Hindari |
Prompt permission policy
Masukkan aturan ini ke TOOLS.md atau prompt agent:
Sebelum menjalankan aksi yang mengubah sistem, kamu harus meminta konfirmasi.
Aksi yang wajib konfirmasi:
- mengedit source code
- install dependency
- restart service
- migration database
- commit atau push git
- mengirim email/pesan
- mengubah firewall
- membuka port publik
- deploy
Aksi yang dilarang tanpa izin eksplisit:
- menghapus file/folder
- reset git history
- force push
- drop/truncate database
- membagikan API key/secret
- melakukan transaksi/payment
Checklist Keamanan
Karena OpenClaw bisa menjalankan aksi nyata, keamanan harus dianggap serius.
Checklist awal:
- Jalankan lokal dulu untuk belajar.
- Jangan langsung hubungkan akun utama.
- Gunakan folder project khusus untuk eksperimen.
- Jangan beri akses seluruh home directory jika tidak perlu.
- Review command sebelum dieksekusi otomatis.
- Jangan izinkan command destruktif tanpa konfirmasi.
- Pisahkan environment testing dan production.
- Simpan API key di secret manager atau environment variable.
- Jangan commit API key ke repository.
- Gunakan firewall jika berjalan di VPS.
- Gunakan HTTPS untuk akses dari luar.
- Backup konfigurasi dan data penting.
- Audit plugin dan skill sebelum dipakai.
Contoh Workflow Belajar
Gunakan urutan ini agar aman dan bertahap:
1. Install OpenClaw di lokal.
2. Hubungkan ke model AI atau 9Router.
3. Beri akses ke satu folder project dummy.
4. Minta OpenClaw membaca struktur folder.
5. Minta OpenClaw membuat dokumentasi sederhana.
6. Izinkan command non-destruktif seperti test atau lint.
7. Review hasil perubahan.
8. Baru coba integrasi browser atau GitHub.
9. Setelah stabil, buat workflow automation kecil.
10. Jika butuh 24/7, deploy workflow tertentu ke VPS.
Kesalahan Umum
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Langsung memberi akses terlalu luas.
- Menjalankan agent di VPS tanpa firewall.
- Menaruh API key di file yang ikut commit.
- Mengaktifkan automation tanpa log dan monitoring.
- Membiarkan agent menjalankan command berisiko tanpa konfirmasi.
- Menghubungkan email utama sebelum memahami permission.
- Tidak punya backup data atau konfigurasi.
Kesimpulan
OpenClaw adalah tool yang cocok untuk membangun AI agent yang bisa bekerja secara nyata. Ia bisa menjadi coding worker, automation assistant, research helper, browser operator, support helper, atau orchestrator untuk beberapa agent.
Untuk belajar, pilihan paling aman adalah menjalankan OpenClaw di lokal terlebih dahulu. Setelah workflow jelas dan permission sudah dipahami, OpenClaw bisa dipindahkan ke VPS untuk kebutuhan automation 24/7.
Kombinasi yang paling masuk akal:
OpenClaw lokal
-> untuk coding, file lokal, browser lokal
9Router di VPS
-> untuk routing model, fallback, analytics, quota
OpenClaw di VPS
-> hanya untuk automation yang memang harus online terus
Dengan pendekatan bertahap, OpenClaw bisa dipelajari dengan aman sekaligus tetap berguna untuk workflow nyata.